Arai Ezzra, dari Blockchain.My menilai bahwa rilis draf aturan tentang dunia Kripto dari Bank sentral Malaysia tempo hari berkeinginan untuk dapat membuat aturan kripto seperti di AS. Pernyataan tersebut disampaikan dalam bincang singkat hari Sabtu kemarin.

Pendiri DinarDirham ini juga membenarkan tentang adanya rilis draf aturan dari Bank sentral Malaysia tersebut. Ia menilai bahwa nantinya semua bursa mata uang kripto di Malaysia harus memenuhi KYC/AML. Di Malaysia sendiri terdapat kurang lebih 4 bursa mata uang kripto, namun masih berskala kecil. Kebanyak para investor besar pun tidak berdagang di bursa-bursa tersebut, melainkan di bursa internasional seperti di Singapura.

Arai Ezra mengatakan, “Pemerintah Malaysia tidak tau apa yang sedang mereka lakukan, mereka piker mudah untuk mengatur bursa kripto. Misalkan mereka mengikuti Singapura, disana peraturannya ringan tentang kripto, dan tidak perlu dilaporkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Malaysia ingin buat aturan Kripto dibawa AML, sama seperti yang terjadi di AS. Sehingga mereka bisa memonitor berapa besar pergerakan kripto di Malaysia, jika membaca dari statemen yang telah dirilis itu”, tambahnya.

Di Amerika sendiri, memang telah dipersiapkan undang-undang khusus yang diyakini oleh komunitas kripto dapat menghambat inovasi-inovasi baru. Hal itu karena dengan adanya undang-undang tersebut nantinya, ekosistem haruslah memenuhi kewajiban yang sesuai dengan peraturan. Sebagian besar masyarakat kripto menilai hal itu cukup membingungkan, bahkan berlebihan.

Perundang-undangan tentang dunia kripto di AS harus mendapat persetujuan Kongres. Pada Rancangan Undang-undang S.1241 tersebut, berisi tentang aturan pencegahan melawan pencucian uang, pendanaan teroris, dan tindak pemalsuan.

Dianggap membingungkan, karena sebelumnya di tahun 2011, pasal aturan itu juga telah diperdengarkan, namun tidak lolos. Sedangkan di tahun 2013, FinCEN justru telah memasukkan bursa mata uang kripto di dalam Bank Secrecy Act (BSA).

BACA JUGA :  Jeremy Grantham: Bitcoin Itu Bubble, Kita Jadi Saksi Keruntuhannya

Dari apa yang dilihat seperti di AS, Arai menganggap di Malaysia juga akan berlaku hal yang sama. Meski pada draf aturan di Malaysia hanya lebih spesifik mengena pada bursa kripto, namun Arai Ezzra menganggap bahwa Bank sentral mencari respon juga dari pegiat fintech berbasis Blockchain. Ia mengatakan bahwa pekan mendatang Bank Sentral Malaysia juga akan menggelar pertemuan dengan  pegiat Fintech di Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here