“1 bitcoin berapa satoshi?”, pertanyaan inilah yang sering muncul bagi kamu penikmat bictoin pemula. Yah, perhitungan satoshi dalam bitcoin merupakan hal penting, karena dengan begitu kamu bisa memperkirakan harga setiap bitcoinnya. Bagi kamu yang belum tau tentang bitcoin, bitcoin merupakan salah satu alat pembayaran uang virtual, atau cryptocurrency.

Bitcoin ditemukan pertama kali oleh sekelompok programmer bernama Satoshi Nakamoto. Hingga saat ini diperkirakan ada sekitar 1000 lebih uang digital yang digunakan di seluruh dunia, dan angka ini kemungkinan terus bertambah. Namun, hingga sekarang bitcoin masih menjadi cryptocurrency terbesar.  

Meskipun hanya berupa uang digital, bitcoin (BTC) bisa digunakan untuk melakukan berbagai transaksi digital berupa pembelian barang dan jasa, walaupun hal ini masih sangat terbatas. Umumnya, bitcoin digunakan untuk pembelian game, hosting, hingga website, jadi kamu tidak perlu khawatir tidak bisa menggunakan bitcoin.

Nilai bitcoin sangat fluktuatif, lantas pertanyaannya, 1 bitcoin berapa satoshi? Perbandingan sederhananya, 0,00000001 BTC = 1 Satoshi, dan nilai setiap satoshi menentukan nilai bitcoin secara umum.  

1 bitcoin berapa satoshi
1 bitcoin berapa satoshi

Lalu, kenapa bitcoin begitu digandrungi oleh banyak orang, jawabannya adalah karena bitcoin nilainya terus naik, puncaknya di akhir tahun 2017 ini mencapai angka fantasti, 1 BTC setara Rp 250 juta. Padahal diawal kemunculannya, nilainya sangat kecil, diawal tahun 2012 saja nilainya baru $6 (sekitar Rp 80 ribu rupiah).

Kemungkinan inilah yang digunakan oleh sebagian orang untuk investasi dimasa yang akan datang. Namun demikian, nilai tukar bitcoin tidak pasti, terus berubah-ubah setiap waktu. Bila kamu ingin mengikuti perkembangan nilai bitcoin terhadap rupiah, kamu bisa kunjungi laman bitcoin.co.id Faktor Penentu Nilai Bitcoin Harga bitcoin sangat fluktuatif, bisa naik dalam beberapa waktu, namun juga bisa turun dalam waktu yang sangat singkat.

Penyebab naik turunnya nilai tukar bitcoin karena adanya penawaran dan permintaan. Saat permintaan tinggi, sementara jumlah bitcoin rendah, maka otomatis harga bitcoin akan tinggi, begitu juga sebaliknya. Kondisi ini persis dengan hukum ekonomi.

BACA JUGA :  Awal Tahun 2018, Bitcoin Capai Nilai Puncak Tertinggi

Nilai bitcoin bisa naik begitu tinggi karena bitcoin tidak berdasarkan pada nilai sebenarnya, faktor lain adanya kenaikan nilai saham, nilai saham bisa naik disebabkan oleh naiknya pendapatan maupun meningkatnya jumlah penjualan. Meskipun demikian, harus diakui bahwa bitcoin hanya berbasis kepercayaan para pembeli bahwa nilai bitcoin akan naik. Jadi tidak ada dasar pasti yang menjadi pengukuran turun naiknya harga bitcoin.  

Cara Kerja Bitcoin. Cara kerja bitcoin menyerupai satu jurnal digital yang mencatat setiap pemilik bitcoin, sistem seperti ini sebenarnya juga diterapkan di bank konvensional berupa pencatatan banyaknya uang yang dimiliki oleh nasabah. Bedanya, bitcoin merupakan jurnal digital yang disimpan tidak terpusat baik di sebuah instansi ataupun pihak tertentu, tapi disimpan di masing-masing orang, atau siapa saja yang membantu proses terjadinya transaksi (mainteiners).

Jadi kamu tidak perlu khawatir saat sebuah jurnal rusak masih banyak cadangan penyimpanan, begitu juga dengan proses pengontrolan, tidak ada satu pihak yang mengontrol penuh, semua orang bisa berpartisipasi.   Namu demikian, karena sistem sangat terbuka dan memungkinkan setiap orang memiliki jurnal, setiap transaksi akan diketahui oleh siapa saja.

Menariknya, meskipun terbuka kamu tidak bisa mengetahui pemilik bitcoin tersebut siapa, karena data yang tersimpan dan dipublikasi hanya berupa bitcoin address (sederhananya nomor rekening), tanpa identitas nama atau alamat pasti.  

Simulasi sederhananya transaksi bitcoin adalah, saat kamu mengirimkan susi 1 bitcoin, maka akan ada instruksi yang kemudian dikirim ke seluruh jaringan pemegang jurnal berupa perintah pemindahan 1 bitcoin dari pemilik ke penerima, proses akhir dari proses ini kemudian disimpan di jurnal.  

Lalu, bagaimana membedakan bahwa instruksi tersebut asli atau pemalsuan? Sistem bitcoin telah menyediakan private key yang hanya dimiliki oleh pemilik bitcoin, kunci pribadi ini sudah diamankan oleh kemanan yang canggih, sistem memverifikasi transaksi dengan sangat ketat. Private key menghasilkan keamanan yang berbeda-beda pada setiap transaksi, jadi sangat kecil kemungkinan untuk dipalsukan.

BACA JUGA :  Pengertian Bitcoin Wallet Indonesia dan Jenis-jenisnya

Hal sangat berbeda dengan tanda tangan pada cek yang bisa saja dipalsukan secara terus menerus.   Plus Minus Bitcoin Dibandingkan Uang Konvensional Keunggulan utama bitcoin dibandingkan uang kovensional adalah tidak adanya satu pihak atau instansi yang mengatur transaksi atau nilai tukar, dalam prosesnya semua orang bisa berpartisipasi, sehingga tidak akan ada satu pihak yang mengendalikan atau membuat kebijakan baru yang bisa saja merugikan salah satu pihak, contoh kecil bitcoin address tidak bisa dibekukan olah siapapun.  

Keunggulan lain, cara membeli bitcoin sangat mudah, tidak ada syarat administrasi layaknya transaksi uang konvensional, saking mudahnya, kamu bisa saja memiliki bitcoin dalam waktu 5 menit saja. Selain itu, kamu juga bisa membuat bitcoin address tanpa perlu identitas diri, nama dan alamat. Hal ini layaknya kamu membuat rekening bank tanpa nama dan alamat, tapi sudah bisa memiliki nomor rekening, sangat mudah bukan.  

Faktor paling utama adalah transparan, karena disaat yang sama semua orang bisa melihat serta memiliki catatan jurnal. Setiap transaksi, informasi yang bisa diakses secara bersama berupa bitcoin address serta nominal yang sedang ditransaksikan.

Namun, tidak terdapat alamat pasti pemilik bitcoin addresss tersebut. Selain itu, pengiriman bitcoin sangat cepat, mudah, tanpa batas dan syarat khusus untuk melakukan transfer. Biaya transfer sangat kecil, bahkan tidak terdapat biaya administrasi sama sekali.  

Cara Mudah Mendapatkan Bitcoin Pertanyaan yang paling awal muncul adalah, bagaimana cara mendapatkan bitcoin? Cara paling mudah adalah dengan membeli bitcoin secara langsung dengan cara menukarkan mata uang yang masih berlaku dengan bitcoin. Bagi kamu yang tinggal di Indonesia bisa membeli bitcoin melalui laman penyedia bitcoin, seperti bitcoin.co.id, coinbase, dan luno.

BACA JUGA :  Cara Trading Bitcoin Untuk Mendapatkan Profit Maksimal
bitcoin
bitcoin

Laman tersebut menyediakan penukaran bitcoin dengan rupiah.   Kamu bisa memiliki bitcoin dengan menjadi maintainers serta memvertifikasi transaksi, proses ini dikenal dengan istilah bitcoin mining. Jika kamu berhasil dalam proses ini, sistem secara otomatis akan memberikan bitcoin. Cara terakhir, kamu bisa menawarkan barang atau jasa pada orang yang punya bitcoin dan meminta pembayaran berupa bitcoin.  

Meskipun bitcoin bisa diciptakan melalui sistem, algoritma bitcoin telah merancang sistem untuk hanya menghasilkan 21 juta bitcoin saja, diperkirakan tercapai pada tahun 2124. Hingga akhir tahun 2017 ini bitcoin yang beredar baru mencapai 16.700.000, itu artinya masih terdapat 4.300.000 bitcoin yang masih belum terbentuk. Peredaran ini bisa kamu pantau melalui laman blockchain.  

Potensi Kerugian Bitcoin Dari semua keunggulan bitcoin, ternyata bitcoin juga memiliki potensi kerugian, apa saja kerugiannya? Harga bitcoin sangat fluktuatif, hanya berdasarkan kepercayaan komunitas, tidak ada jaminan pasti, jika komunitas itu bersepakat bahwa bitcoin tidak bernilai, maka dengan sendirinya bitcoin akan tidak berarti apa-apa.

Jadi nilai bitcoin bisa naik dalam waktu yang sangat singkat, begitu juga bisa turun secara tiba-tiba.   Ancaman lain, resiko hacking masih besar. Layaknya sistem digital lain, bitcoin juga berpotensi di hack, hal ini sudah terjadi pada belasan trader yang dihack, nilainya mencapai Rp 7 triliun, meskipun bukan terjadi pada sistem bitcoin, namun potensi hack masih sangat besar. Jadi pada dasarnya tidak ada satu sistem yang benar-benar aman dari pembobolan.  

Ancaman terakhir adalah tentang legalitas, di Indonesia, Bank Indonesia telah memutuskan untuk melarang semua penyelenggara sistem perbankang untuk bertransaksi menggunakan uang virtual (cryptocurrency), termasuk di dalamnya bitcoin. Namun demikian, dalam ranah investasi masih diperbolehkan. Catatannya, jika kamu ingin berinvesatasi bitcoin, kamu harus memahami secara pasti 1 bitcoin berapa satoshi, karena dengan begitu kamu bisa memperkirakan potensi keuntungan dimasa yang akan datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here