Saat ini, harga bitcoin, yang merupakan mata uang virtual (cryptocurrency) paling besar di dunia sempat anjlok hingga 11 persen besarannya. Dicatat pada hari Kamis (1/2). Harga dari bitcoin anjlok hingga level terendah dari bulan November tahun 2014 silam.

Salah satu faktor yang membuat harga bitcoin turun adalah larangan dari Facebook yang sudah resmi melarang apapun mata uang cryptocurrency yang ada. Tentu saja, reaksi pasar dari peraturan Facebook ini sangat besar pengaruhnya. Belum lagi, investor sangat takut terhadap kebijakan dari Facebook ini.

Dilansir dari Reuters, harga bitcoin anjlok sampai ke level terendah US$9.022 di bursa Bitstamp yang bermarkas di Luksemburg. Tentu, nilai ini membuat nilai bitcoin anjlok hingga setengah harga di puncak pada level hampir menyentuh US$20 yang sudah dicapai dari bulan Desember.

Tercatat, kinerja ini jauh lebih buruk dari bulan Januari 2015 silam. Belum lagi, 26 persen besaran meluncur ke bawah harga bitcoin ini sangat membuat panik pemegang mata uang virtual ini.

Dikutip dari coinmarketcap.com, situs yang membahas industri uang virtual, termasuk Ripple, yang merupakan terbesar ketiga menurut nilai pasar, dan Bitcoin Cash, pula mengalami penurunan sampai dua digit pada 24 jam terakhir, dari. Sementara nilai Ethereum naik sedikit dalam hari itu.

Di sisi lain, lonjakan nilai koin virtual pada tahun lalu dan banjir investor ritel baru yang tertarik ke pasar tersebut telah mengejutkan regulator global yang khawatir dengan sektor yang sebagian besar digunakan untuk spekulasi.

Dikatakan oleh pejabat, mata uang virtual kerap digunakan oleh para penjahat guna mencuci uang. Pemerintah India, secara resmi mengatakan bahwa pasar cryptocurrency sudah sama dengan skema Ponzi. Pun, pemerintah India akan menghapus mata uang ini pada hari Kamis mendatang.

BACA JUGA :  Bitcoin Sangat Rawan Digunakan untuk Pencucian Uang

Arun Jaitley, Menteri Keuangan India berkata pada parlemen bahwa pemerintahan India akan mengambil tindakan tegas guna menghapus aset mata uang virtual yang membiaya banyak kegiatan ilegal sebagai bagian dari sistem pembayaran.

“Sentimen sudah santer terdengar, kebanyakan adalah hal negatif. Belum lagi, beberapa waktu ini headline berita negatif sudah sering mengalir keluar kiri, kanan, dan tengah. Khawatirnya banyak pihak terhadap larangan dari kebijakan baru Facebook ini tentu saja menggemparkan banyak orang. Terlebih, untuk individu dan golongan yang sudah susah payah berinvestasi di harga bitcoin yang kerap melunjak,” sebut Fawad Razaqzada, seorang analis di FOREX.com, Jumat (2/2).

Sebelum hal ini booming terjadi, Facebook mengumumkan di unggahan situsnya, minggu ini akan ada larangan resmi semua iklan yang mempromosikan uang virtual akan di blokir. Hal ini menyangkut produk dan layanan keuangan yang sering dikaitkan dengan praktik promosi yang menyesatkan atau menipu, seperti opsi biner dan cryptocurrency. Larangan ini langsung membuat harga Bitcoin anjlok.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here