Warga Cina kini kelimpungan. Pasalnya, banyak yang mengaku telah kehilangan jutaan aset kripto ketika melakukan aktivitas jual beli bitcoin di bursa kripto Cina. Lebih lagi, banyak sekali pengguna Huobi yang mengklaim bahwa bitcoin sudah musnah. Belum lagi, banyak juga penggunanya yang menyatakan bahwa bursa kripto Cina tidak harus ada lagi. Pada sisi lainnya, tentu saja penyataan ini cukup masuk akal. Tentunya, perlu pehamanan yang mendalam ketika cara kerja kripto adalah bahasan utamanya.

Namun di dunia nyata, pernyataan semacam itu dengan cepat dianggap sebagai delusional. Tidak mungkin menukarkan sesuatu dengan uang sungguhan jika tidak ada produk yang nyata. Meskipun benar Bitcoin pada dasarnya tidak ada dalam bentuk nyata, itu bukan berarti tidak ada sama sekali. Bitcoin telah banyak dianggap sebagai peluang investasi yang sangat nyata, meski fluktuasi harganya cukup rentan. Banyak dianggap besar kemungkinan orang dapat kehilangan banyak uang dengan membeli dan menjual Bitcoin pada waktu yang salah.

Bila itu terjadi, bagaimanapun, bursa tidak dapat disalahkan sama sekali. Masing-masing individu harus berhati-hati dan hanya berinvestasi pada sesuatu yang dapat mereka pahami betul. Tidak ada bursa yang disalahkan jika pengguna mereka tidak memahami bagaimana pasar keuangan bekerja. Akan lebih konyol jika mungkin menyalahkan bursa atas setiap aktifitas perdagangan buruk yang dilakukannya sendiri. Tampaknya hal-hal ini adalah gambaran dari beberapa investor Cina yang tidak mengerti Bitcoin, dan dengan demikian keputusan mereka untuk berinvestasi secara keliru menjadi masalah dirinya sendiri.

Pengadilan Beijing Mendukung Pertukaran Kripto Cina

Pengadilan Beijing Distrik Haidian akhirnya cukup cepat menolak klaim ini. Berdasarkan keputusan pengadilan itu, penggugat di kasus Huobi dianggap tidak dapat memberikan bukti bahwa bursa tersebut beroperasi secara ilegal. Lagipula, Huobi tidak melakukan kesalahan apa pun, karena hanya menawarkan pengguna berupa instrumen alat yang diperlukan dalam membuat keputusan sendiri.

BACA JUGA :  Diborong Investor Bitcoin Tembus US$ 10 Ribu

Akibatnya, penggugat di kasus itu dianggap bertanggung jawab atas perilaku perdagangan sendiri beserta kerugian finansial yang terkait. Keputusan pengadilan Beijing telah dinilai sebagai keputusan yang masuk akal. Memang benar bahwa kripto masih populer di Cina, walaupun perdagangan pada pair CNY dilarang keras sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Bursa Kripto Konvensional Selalu Mengundang Masalah

Berkaca dari banyak hal yang telah terjadi, dapatlah ditarik gambaran besarnya, bahwa bursa kripto yang masih konvensional dengan sistem yang terpusat, akan selalu menimbulkan masalah. Potensimasalah-masalah pada bursa-bursa kripto konvensional non desentralisasi itu begitu besar. Termasuk jika pada akhirnya bursa itu harus bersinggungan dengan ranah regulasi hukum.

Bursa kripto atau marketplace, adalah salah satu bagian dari ekosistem yang justru mengingkari karakter desentralisasi kripto itu sendiri. Bursa yang konvensional dengan pusat kontrol oleh pemiliknya, akan selalu membawa potensi merugikan bagi penggunanya, sebaik apapun sistem keamanan yang mereka klaim. Pengguna kripto, harus mengetahui hal semacam ini, terlebih bahwa menggunakan layanan di bursa kripto, pengguna tidak punya akses mutlak atas private key pada aset kripto mereka. Terlebih, jika melihat pada putusan pengadilan atas kasus di Huobi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here