Di bulan Mei 2016 silam, Jepang secara resmi mengumumkan bahwasanya bitcoin termasuk dalam kategori mata uang yang dapat digunakan untuk transaksi jual beli oleh penduduk Jepang. Dengan berita ini, muncul juga, DMM, salah satu perusahaan hiburan besar di Jepang, menyatakan mereka menerima metode pembayaran lewat bitcoin untuk semua produk dan layanan yang dikomersilkan. Regulasi dan peraturan terkait peredaran bitcoin di Jepang nantinya akan rampung dengan kemungkinan digital aset bitcoin akan diatur oleh Lembaga Layanan Finansial Jepang (Financial Services Agency), yang juga mengatur transaksi dan peredaran mata uang lokal Yen.

Sudah tidak bisa dibantah, bitcoin memang menjanjikan kemudahan yang sangat sederhana. Penggunanya bisa melakukan transfer bitcoin dari ponsel pintar ke berbagai penduduk yang ada di dunia hanya dalam hitungan detik saja tanpa biaya administrasi yang besar. Hebatnya bitcoin ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Tentu, para pengusaha dan pemerintah harus menyadari hal ini. Bitcoin tidak bisa lagi dikecilkan, tapi harus dipelajari dengan betul dan diaplikasikan teknologinya. Tentu saja, demi sistem kerja yang baik, efisiensi, dan efektivitas, bitcoin memenuhi semua syarat untuk dijadikan sebagai mata uang digital.

Bukan hanya Jepang, bitcoin juga sudah masuk dalam kategori metode tukar menukar oleh Luxembourg belum lama ini. Beberapa waktu lalu, salah satu bursa mata uang virtual raksasa bernama bitstamp beroperasi di eropa secara legal dan bisa melayani pengguna di seluruh dunia.

Pun, beberapa waktu yang lalu pemerintah Inggris sudah setuju dan sudah menggelontorkan dana sebesar 14,6 juta dolar AS demi membangun lembaga penelitian khusus yang berfokus pada perkembangan digital asset dan teknologi Blockchain yang diprediksi dapat merevolusi dunia seperti halnya Internet beberapa dekade yang lalu

BACA JUGA :  Lewat Buku “Bitcoin Tingkat Lanjut” karta Dimaz Ankaa Wijaya, Ayo Belajar!

Tidak ingin ketinggalan kereta, salah satu kota di Swiss bernama kota Zug kini menerima opsi bayar lewat bitcoin untuk layanan publik pemerintah. Walikotanya, Dolfi Muller berpendapat, langkah ini dilakukan demi keterbukaan Swiss untuk teknologi baru dan sebagai bentuk dukungan terhadap perusahaan FinTech untuk terus berinovasi.

Begitu juga dengan Amerika Serikat, khususnya New York, kota ini sudah memiliki regulasi terkait dengan bitcoin yang bernama bitlicense. Sudah banyak juga perusahaan yang beroperasi di negara ini dan menerima opsi bayar lewat bitcoin. Perusahaan seperti Microsoft, Overstock, Rakuten dan Time Inc sudah resmi menerima bitcoin sebagai metode bayar yang sah.

Pada beberapa bulan belakangan ini, bitcoin sudah Bitcoin terbukti mendapatkan lebih banyak dukungan daripada kritik dangkal seperti yang diterimanya dua tahun yang lalu. Hanya sedikit negara yang menolak dan tidak mendukung bitcoin serta melarang bitcoin beredar di negaranya. Tapi, negara seperti Rusia tetap mempelajari teknologi yang berada dibelakang Bitcoin untuk diaplikasikan ke dalam kinerja bank sentral. Hampir semua negara maju, khususnya negara yang tergabung di Uni Eropa, saat ini semakin terlihat keterbukaannya terhadap Bitcoin dan memutuskan untuk menerima keberadaannya agar dapat terus berkompetisi di dunia luar.

Tentu, hal ini membuktikan, tidak tertutup kemungkinannya bahwa nanti, bitcoin adalah mata uang yang tersebar dan digunakan di berbagai belahan dunia ini, dapat benar-benar muncul sebagai sebuah mata uang global di masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here