Anda pengguna baru Bitcoin? Sudah melakukan regristrasi dan menginstal Bitcoin, baik di PC atau android? Semua persiapan juga telah Anda lakukan dengan sempurna. Kini, Anda akan memulai untuk menambang Bitcoin atau aktif menjadi salah satu penggunanya. Lalu, sebenarnya bagaimana, sih, cara kerja Bitcoin? Sebelum Anda mulai aktif menambang Bitcoin, sebaiknya perlu memahami cara kerja mata uang virtual tersebut.

Bitcoin, atau mata uang virtual ini mulai ramai digunakan, khususnya di wilayah Indonesia pada tahun 2013. Meskipun pada bulan Februari, 2014 lalu pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Bitcoin bukanlah mata uang sistem pembayaran yang sah di Indonesia. Namun, nampaknya hal tersebut tak banyak berpengaruh pada antusias orang menggunakan mata uang buatan Satoshi Nakomoto tersebut sebagai sistem pembayaran sekaligus lahan mencari pendapatan tambahan. Meskipun resiko penggunaan Bitcoin ditanggung oleh pihak masing-masing penggunanya, Bitcoin masih dinilai sebagai sitem pembayaran yang aman dan mudah digunakan. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan transfer dan menyimpan kekayaan mereka (asset) di Bitcoin.

Adapun beberapa hal yang pantas diperhitungkan menggunakan Bitcoin adalah manfaat dan keunggulan yang dimiliki. Dengan Bitcoin, transaksi akan menjadi lebih mudah. Hal tersebut karena didukung menggunkan sistem peer to peer, atau tanpa memiliki server pusat. Berbeda dengan mata uang pada umumnya (seperti rupiah, dollar, dan mata uang lainnya) Bitcoin dapat ditransferkan ke mana pun dengan cepat, bahkan dalam hitungan singkat. Ditambah lagi berapapun nominal yang ditransferkan, biaya transfer sangat kecil, bahkan bebas biaya. Mata uang virtual ini juga bersifat irreversible, dalam arti transfer Bitcoin tidak dapat dibatalkan. Hal lain yang perlu ditekankan bawa Bitcoin tidak dapat dipalsukan.

cara kerja bitcoin yang perlu di ketahui
cara kerja bitcoin yang perlu di ketahui

Penggunaan Bitcoin memang mudah. Meski demikian, ada beberapa hal dasar yang wajib diketahui mengenai cara kerja Bitcoin, khususnya bagi Anda para pengguna baru Bitcoin. Hal dasar yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  1. Block Chain

cara kerja Bitcoin yang pertama adalah Block Chain atau Rantai Blok memuat catatan transaksi yang pernah dilakukan dari semua pengguna Bitcoin. Jadi, untuk memastikan transaksi Anda telah berhasil, Anda dapat melihatnya di catatan Rantai Blok. Rantai Blok tersebut dapat divalidasi oleh setiap penggunanya, dengan cara mengikuti semua catatan transaksi. Pada akhir rantai Blok, maka akan ditemukan riwayat transaksi Sathosi Nakamoto, saat membuat Bitcoin.

BACA JUGA :  Cara Kerja Bitcoin – Inilah Variabel yang Harus Anda Ketahui

Satu hal perlu diketahui tentang Block Chain atau Rantai Blok ini, bahwa tidak ada seorangpun atau lembaga manapun, yang bertugas mengelola Rantai Blok. Maka, Rantai Blok sangat mustahil ditemukan kekeliruan. Rangkaian catatan transaksi ini sangatlah akurat berdasarkan riwayat transaksi. Dan Rantai Blok sendiri dipegang oleh setiap pengguna Bitcoin atau komputer pengguna.

  1. Dompet Bitcoin

cara kerja bitcoin ke dua melalui Dompet Bitcoin atau sering dikenal dengan sebutan wallet.Wallet ini sebetulnya bukan menyimpan Bitcoin, melainkan tempat menyimpan, mengakses, membuka, private key, supaya pemilik akun Bitcoin dapat menambahkan transaksi ke Block Chain. Sedangkan Bitcoin sendiri, tersimpan di Block Chain tersebut. Namun, rupanya istilah wallet telah melekat di kalangan pengguna Bitcoin sebagai tempat penyimpanan Bitcoin, karena untuk membuka Bitcoin, melalui wallet.     

  1. Mining Bitcoin

Mining Bitcoin atau Penambangan Bitcoin pada prinsipnya adalah membuat blok baru pada Block Chain. Sebagai kompensasi telah membuat blok-blok baru, penambang (Minner) akan mendapatkan keuntungan berupa Bitcoin. Insentif atau imbalan diberikan untuk memastikan ada cukup pengguna melakukan mining (penambangan), sehingga sistem akan selalu berjalan.

Dalam penambangan, setiap transaksi harus dipastikan terkonfirmasi. Konfirmasi tersebut ditandai dengan blok yang akan membentuk Rantai Blok. Blok-blok sebagai tanda konfirmasi transaksi, dilindungi dengan aturan kriptografi.Aturan kriptografi ini sangatlah ketat, sehingga blok tidak mungkin dapat dimodifikasi atau dipalsukan.

  1. Transaksi Menggunakan Bitcoin

Setiap transaksi menggunakan Bitcoin, akan dikirimkan ke jaringan penambang (miner). Oleh sebab itu, untuk mencegah penyalahgunaan wallet, misalnya wallet digunakan orang lain tanpa sepengetahuan pemilik akun aslinya, maka diberlakukan beberapa sistem keamanan.

Transaksi Bitcoin terjadi, karena adanya dua wallet atau lebih dari miner yang tengah melakukan transaksi satu sama lain.

BACA JUGA :  Cara Menghasilkan Keuntungan Besar dengan Bitcoin

Berbeda dengan menyimpan uang di Bank, menyimpan di Bitcoin selalu stabil. Tidak ada tumpukan uang yang naik turun.

Setiap transaksi menggunakan Bitcoin, harus direferensikan. Dalam penggunaan Bitcoin sisten tersebut disebut dengan istilah hash. Cara meng-hash-kan transaksi, yaitu menggunkan private key.

Penambang akan mendapatkan insentif, jika: hash dinyatakan valid, dan blok telah tercatat di Rantai Blok. Jika blok ditemukan riwayat transaksi yang tidak valid (misal tansaksi dilakukuan bukan dari pemilik coin), maka penambang yang memperoleh kiriman dari penambang sebelumnya, akan menolak. Dengan demikian, penambang tersebut tidak akan menerima imbalannya. Jadi, pastikan lebih dahulu setiap transaksi yang ada adalah valid sebelum ditambahkan ke Rantai Blok.

  1. Enkripsi

Enkripsi disebut juga dengan istilah hashing dalam Bitcoin. Metode ini berfungsi untuk mengubah data, meski tidak dapat dibalik, namun dapat diVerifikasikan. Contoh metode hashing, misalnya: 45 dibagi 10, maka sisa hasil bagi sama dengan 5. Nah, 5 inilah dinamakan nilai hash.Hash digunakan untuk memverivikasi Block Chain.

Apakah mungkin dua penambang membuat blok yang sama di waktu yang bersamaan, ketika mengirimnya ke penambang lain? Jika itu terjadi, maka Block Chain akan terbagi (terjadi perpecahan Block Chain). Hal itu mengakibatkan beberapa penambang membuat blok baru di blok lain, dan penambang lain membuat blok di blok yang satunya. Dipastikan orang yang menambang lebih dulu, akan membuat blok di blok yang lebih panjang, dan meninggalkan blok yang pendek, karena akan mendapatkan bayaran.

  1. Hascash

Penambang menggunakan sistem hascash untuk memverifikasi bahwa penambang telah menambahkan blok, sebelum blok tersebut tercatat di Block Chain. Pada prnisipnya, dengan sistem hascash tidak memungkinan Block Chain untuk diubah atau dipalsukan.

BACA JUGA :  Cara Trading Bitcoin Agar Selalu Untung

Proses hashing mempengaruhi hascash. Untuk mendapatkan nilai hash yang diharapkan, yaitu dengan computing power. Semakin besar computing power, maka nilai hash yang diperoleh semakin cepat dan memperbesar peluang memperoleh nilai hash yang dibutuhkan. Saat nilai hash didapatkan, maka blok telah ditambahkan yang kemudian dikirimkan ke penambang lain, melalui jaringan penambang/miner.

  1. Transaksi Anonim

Setiap transaksi Bitcoin, tidak akan mencantumkan identitas pemiliknya. Artinya, wallet pengguna Bitcoin bersifat privacy. Hal tersebut dikarenakan setiap transaksi akan tercatat di Block Chain.

  1. Penggunaan Bitcoin

Sebagai mata uang virtual, Bitcoin pun memiliki fungsi yang sama seperti mata uang pada umumnya. Salah satunya adalah untuk belanja online, misalnya: top up pulsa, membayar listrik PLN, ataupun merchant lainnya. Beberapa website belanja online yang dapat menggunakan bitcoin, contohnya: Tokobitcoin.com, Cryphtothrift.com, Bitislans.com, Dkirim.com, Bitbayar.com, dan Pesobang.com.

Menggunakan Bitcoin sebagai sistem pembayaran, Anda tak perlu khawatir dengan perbedaan mata uang saat belanja online luar negeri.

Demikian penjelasan mengenai cara kerja Bitcoin. Semoga dengan mengetahui bagaimana cara kerjanya, Anda tidak akan menemui kesulitan atau bingung ketika menggunakan Bitcoin ataupun ketika menambang Bitcoin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here